LAPORAN
PRAKTIKUM
PEMBUATAN
SUSU KEDELAI
Diajukan
untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Teknologi Hasil Hortikultura
Veronika
Hudi S.TP

Disusun Oleh :
Tiara Fawzia Muhtar
PDD KABUPATEN CIANJUR AKADEMI KOMUNITAS NEGERI CIANJUR (AKNEC)
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN
Jalan
Perintis Kemerdekaan nomor 2 kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur
TAHUN
AKADEMIK 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya saya bisa menyelesaikan Laporan Praktikum Pembuatan Susu Kedelai
ini dengan lancar.
Penyusunan Laporan ini tidak lepas
dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, untuk itu penyusun mengucapkan
terima kasih sebesar-besarnya kepada :
1.
Ibu Veronika Hudi S.TP selaku dosen pembimbing Teknologi Hasil
Hortikultura.
2.
Kedua orang tua yang telah memberi
dukungan moral.
3.
Rekan-rekan mahasiswa prodi Teknologi
Pangan yang telah membantu memberi masukan.
Penyusun
menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu
penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
pengembangan laporan ini di masa yang akan datang.
Cianjur, 08 Desember 2014
Penyusun
TIARA FAWZIA MUHTAR
I. DASAR TEORI
1.1 Latar Belakang
Kacang-kacangan dan
biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa
dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang
sangat penting peranannya dalam kehidupan. Asam amino yang terkandung dalam
proteinnya tidak selengkap protein hewani, namun penambahan bahan lain seperti
wijen, jagung atau menir adalah sangat baik untuk menjaga keseimbangan asam
amino tersebut.
Kacang-kacangan dan umbi-umbian cepat
sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk. Untuk
mengatasi masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan. Hasil olahannya dapat
berupa makanan seperti keripik, tahu dan tempe, serta minuman seperti bubuk dan
susu kedelai.
Kedelai mengandung
protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 % -
43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung, tepung singkong, kacang hijau, daging,
ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih
tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering.
Bila seseorang tidak
boleh atau tidak dapat makan daging atau sumber protein hewani lainnya,
kebutuhan protein sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang
berasal dari 157,14 gram kedelai.
Kedelai dapat diolah
menjadi: tempe, keripik tempe, tahu, kecap, susu, dan lain-lainnya. Proses
pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang
sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa
dipakai di rumah tangga, kecuali mesin pengupas, penggiling, dan cetakan.
Tabel 1. Komposisi
Kedelai per 100 gram Bahan
|
KOMPONEN
|
KADAR (%)
|
|
Protein
|
35-45
|
|
Lemak
|
18-32
|
|
Karbohidrat
|
12-30
|
|
Air
|
7
|
Tabel 2. Perbandingan Antara Kadar
Protein Kedelai Dengan Beberapa Bahan Makanan Lain
|
BAHAN MAKANAN
PROTEIN
|
(% BERAT)
|
|
Susu skim kering
|
36,00
|
|
Kedelai
|
35,00
|
|
Kacang hijau
|
22,00
|
|
Daging
|
19,00
|
|
Ikan segar
|
17,00
|
|
Telur ayam
|
13,00
|
|
Jagung
|
9,20
|
|
Beras
|
6,80
|
|
Tepung singkong
|
1,10
|
Susu kedelai merupakan minuman yang bergizi tinggi, terutama karena kandungan
proteinnya. Selaitu susu kedelai juga mengandung lemak, karbohidrat, kalsium,
phosphor, zat besi, provitamin A, Vitamin B kompleks (kecuali B12), dan air.
Namun perhatian masyarakat kita terhadap jenis minuman ini pada umumnya masih
kurang. Susu kedelai ini harganya lebih murah daripada susu produk hewani.
Susu kedelai dapat dibuat dengan teknologi dan peralatan yang sederhana,
serta tidak memerlukan keterampilan khusus. Penggunaan air sumur dapat
menghasilkan susu kedelai dengan rasa yang lebih enak. Untuk memperoleh susu
kedelai yang baik, kiita perlu menggunakan kedelai yang berkualitas baik. Dari
1 kg kedelai dapat dihasilkan 10 ltr susu kedelai.
II.
TUJUAN
Adapun tujuan
pembuatan susu kedelai ini, yaitu :
1. Mengetahui proses pembuatan susu kedelai.
2. Mahasiswa terampil dalam mengolah produk kedelai.
3. Meningkatkan ekonomis suatu bahan.
III.
ALAT
DAN BAHAN
3.1 Alat
Alat yang
digunakan dalam proses pembuatan susu kedelai meliputi :
1. Kompor
2. Kain penyaring
3. Panci
4. Baskom
5. Termometer
6. Blender
7. Cup
3.2 Bahan
Bahan yang dipakai
yaitu :
1. Kacang kedelai
2. Air
3. Gula
4. Aroma stroberi
5. Garam
6. Sitrat Acid
7. Essens
IV.
PROSEDUR PEMBUATAN
a.
Bersihkan kedelai dari segala kotoran, kemudian cuci;
b.
Rebus kedelai yang telah bersih selama kira-kira 15
menit, lalu rendam dalam air bersih selama kira-kira 8 jam;
c.
Cuci sampai kulit arinya terkelupas. Hancurkan dengan
penggiling atau blender;
d. Saring
campuran dengan kain saring, sehingga diperoleh larutan susu kedelai;
e.
Campur kedelai yang sudah halus dengan air panas
dengan suhu stabil 63 derajat C. Aduk-aduk campuran sampai rata;
f.
Tambakan gula pasir, esens, aroma stoberi, dan garam
ke dalam larutan susu, lalu aduk sampai rata dan panaskan hingga mendidih;
g.
Setelah pemasakan selesai, kemas susu kedelai kedalai
cup. Susu kedelai siap disajikan.
V. PEMBAHASAN
5.1. Manfaat Susu Kedelai
Manfaat susu kedelai bagi kesehatan tubuh manusia ternyata dahsyat. Jika
selama ini anda meremehkan khasiat minuman yang terbuat dari sari kedelai ini,
maka setelah membaca artikel ini anda pasti akan segera berubah pikiran. Karena
dibalik cara pembuatannya yang sederhana, terkandung manfaat kesehatan yang
luar biasa.
Susu kedelai sering kita temui karena memang banyak penjual yang menjualnya
baik melalui kios atau keliling. Pembuatannya sangat sederhana dan mudah. Meski
biasanya jika bikin sendiri di rumah susunya akan berbau langau, tapi apabila
diberi campuran susu kental manis rasanya akan berubah menjadi sangat nikmat.
Ibu saya pernah mempraktekkannya. berikut adalah beberapa manfaat kesehatan
dari susu kedelai yang bisa anda peroleh apabila mengonsumsinya :
1. Mengatasi
Intoleransi Laktosa
Intoleransi Laktosa adalah suatu kondisi di mana sistem pencernaan tidak
mampu mencerna dan menyerap laktosa (lemak susu) dengan baik akibat terbatasnya
enzyme laktase dalam tubuh- yang berfungsi memecah laktosa menjadi glukosa dan
galaktosa (monosakarida) agar lebih mudah dicerna usus. Dan ini tentu tidak
baik untuk memberikan susu sapi yang mana mengandung laktosa susu kepada anak
balita yang mengalami intoleransi laktosa. Gejalanya berupa mual, muntah,
diare, dan gejala sakit perut yang lain.
Sebagai solusinya untuk anak balita anda yang berusia di atas 1 tahun ke
atas, anda bisa memberikannya susu kedelai sebagai nutrisi pendamping ASI
karena susu kedelai tidaklah mengandung laktosa susu. Dan berikan dalam porsi
sewajarnya saja cukup 1-2 gelas per hari. Dan tak hanya pada anak-anak yang
mengalami intolerensi laktosa, orang dewasa pun yang mengalami alergi susu sapi
bisa mencoba mengonsumsi susu kedelai.
2. Bisa digunakan sebagai minuman
pengganti susu sapi bagi penderita autisme
Manfaat susu kedelai yang lain adalah sebagai minuman bergizi tinggi bagi
anak penderita autis. Anda mungkin pernah mendengar istilah autis. Autisme
dapat diartikan sebagai suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun
saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial
atau komunikasi yang normal.
Tabel 3. Perbandingan
Komposisi Susu Kedelai dengan Susu Sapi dan ASI:
|
KOMPOSISI
|
SUSU KEDELAI (%)
|
SUSU SAPI (%)
|
ASI (%)
|
|
Air
|
88,60
|
88,60
|
88,60
|
|
Kalori
|
52,99
|
58,00
|
62,00
|
|
Protein
|
4,40
|
2,90
|
1,40
|
|
Karbohidrat
|
3,80
|
4,50
|
7,20
|
|
Lemak
|
2,50
|
0,30
|
3,10
|
|
Vit. B1
|
0,04
|
0,04
|
0,02
|
|
Vit. B2
|
0,02
|
0,15
|
0,03
|
|
Vit. A
|
0,02
|
0,20
|
0,20
|
Para penderita autis disarankan agar tidak mengonsumsi makanan yang
mengandung Kasein (Protein susu) dan Glutein (protein tepung). Kenapa? Karena
kedua jenis protein tersebut dapat menyebabkan gangguan fungsi otak dan bisa
menyebabkan si penderita autis menjadi lebih hiperaktif. Susu sapi dan keju
adalah salah satu sumber kasein, jadi alih-alih memberikan susu sapi lebih baik
apabila penderita autis diberi susu kedelai karena tidak kasein dan glutein.
Hal tersebut supaya bisa mendapatkan pasokan nutrisi seperti protein, vitamin,
dan mineral dalam jumlah cukup meski tanpa minum susu sapi.
3. Pengganti susu sapi
bagi para vegetarian
Vegetarian adalah orang yang tidak suka memasukkan masakan olehan yang
mengandung daging ke dalam menu masakannya, mereka lebih memilih mengonsumsi
produk seperti sayur dan buah untuk makanan sehari-hari. Nah, agar memperoleh
gizi yang tidak kalah dengan gizi susu sapi maka vegetarian disarankan
mengonsumsi susu kedelai. Karena kandungan gizi susu kedelai sangatlah besar,
diantaranya vitamin (B1,B2,B6, dan provitamin A), sumber mineral (Kalsium,
Magnesium, Selenium, Fosfor), sumber Karbohidrat, sumber Protein, dan sumber
Lemak).
4. Mengurangi kadar
kolesterol darah
Seperti yang anda ketahui bahwa di dalam tubuh, kolesterol akan bergabung
dengan protein dan akan membentuk suatu senyawa yang disebut lipoprotein.
Lipoprotein sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu kolesterol baik atau HDL dan
kolesterol jahat atau LDL. Jika kadar LDL dalam darah terlalu banyak maka dapat
menyumbat arteri serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Sedangkan kebalikannya apabila level HDL yang rendah malah dapat meningkatkan
resiko penyakit jantug.
Nah, kandungan lesitin dalam susu kedelai akan berfungsi untuk menghalau
LDL sedangkan kandungan isoflavon akan mampu berfungsi sebagai antioksidan dan
meningkatkan level HDL yang baik untuk kesehatan jantung.
5. Mencegah
Arteriosklerosis, Hipertensi, Jantung Koroner, dan Stroke
Kandungan lainnya dalam susu kedelai adalah Vitamin E yang mampu mencegah terjadinya
Penyakit Jantung Koroner dan Stroke. Penelitian pada Harvard University;
menunjukkan mereka yang memperoleh Vitamin E 200 I.U/ hari; risiko mendapat
gangguan kardiovaskular berat menurun sebesar 34 %.
Selain itu susu kedelai juga mengandung asam Folat dan Vitamin B6 yang juga
bermanfaat mencegah penyakit jantung. Tak cukup sampai di ditu, kandungan
magnesiumnya juga mampu mengatur tekanan darah seseorang.
6. Mencegah kencing
manis / diabetes mellitus
Kencing manis biasanya timbul karena tubuh kekurangan insulin yang
berakibat kelainan metabolisme karbohidrat, protein, lemak, air, dan
elektrolit. Beruntung, karena kandungan Asam Amino Glisin dan Asam Amino
Arginin ternyata mampu menjaga keseimbangan insulin. Kandungan protein dalam
susu kedelai pun ternyata lebih mudah untuk diterima oleh organ ginjal
dibandingkan protein yang berasal dari hewan.
7. Menghambat
menopause dan mencegah osteoporosis
Kandungan isoflavon dalam susu kedelai mampu mengatasi sindroma menopause
dan juga mencegah osteoporosis. Kandungan lainnya yang dapat menghambat
menopause adalah vitamin E.
8. Mencegah migrain
Anda pasti sering menyaksikan iklan obat di televisi yang menunjukkan
seseorang yang megalami sakit kepala sebelah, ya itulah migrain. Sakit kepala
sebelah atau yang sering pula disebut migrain ini biasanya bersifat kambuhan
lebih banyak menyerang wanita dibanding pris dengan prosentase 3:1. Dengan
mengonsumsi susu kedelai yang kaya akan kandungan Vitamin B-Complek (kecuali
B12), Mineral (terutama Kalium), dan Asam Amino (terutama Lisin) akan mampu
untuk mencegah dan meredakan migrain.
9. Sebagai minuman
anti kanker
Susu kedelai banyak mengandung zat antioksidan yang dapat menangkal seragan
radikal bebas pemicu kanker. Diantaranya adalah seleniu, vitamin E, isoflavon
dan Genistein.
10. Untuk mencegah
penuaan dini
Anda pasti pernah bertemu denga seseorang yang wajahnya terlihat lebih tua
dibanding usia yang sebenarnya. Mungkin orang tersebut mengalami apa yang
dinamakan penuaan dini. Salah satu penyebab timbulnya penuaan dini adalah
karena paparan radikal bebas. Nah, untuk melawannya dibutuhkan antioksidan.
Itulah kenapa orang yang hidup di pedesaan dan suka memakan makanan yang
mengandung antioksidan terlihat awet muda. Susu kedelai selain mengandung
protein yang tinggi juga kaya akan zat senyawa Anti Aging. Jadi, tak ada lagi
alasan bagi anda untuk tidak mengonsumsi susu yang terbuat dari kacang kedelai
ini apabila ingin terlihat awet muda.
V. KESIMPULAN
Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya
dapat mencapai 40 % - 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung, tepung singkong,
kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan
protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering. Jadi
mengonsumsi makanan olahan berbahan kedelai cukup membantu kebutuhan gizi para
vegerarian.
Namun demikian, mengonsumsi makanan olahan nonfermentasi berbahan kedelai
juga memiliki dampak negatif bagi tubuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar