INDUSTRI
RUMAH TANGGA PABRIK TAUCO DAN TAHU
Diajukan untuk memenuhi salah satu
tugas pada mata kuliah Teknologi Fermentasi
Undang Iman Santosa, STP, MM. Pd
dan Ujang Apip

Disusun Oleh :
Nama : Tiara Fawzia Muhtar
Hari/Tanggal : Minggu, 26 Oktober 2014
Industri : Tahu Mantep & Tauco Cap Badak
PDD
KABUPATEN CIANJUR AKADEMI KOMUNITAS
NEGERI CIANJUR (AKNEC)
PROGRAM
STUDI TEKNOLOGI PANGAN
Jalan Perintis Kemerdekaan nomor 2
kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur
I. JUDUL LAPORAN
“MENGANALISIS
PROSES FERMENTASI TAUCO CAP BADAK DAN TAHU MANTEP”
II. DASAR TEORI
2.1 FERMENTASI
1. Fermentasi
telah lama digunakan dan merupakan salah satu cara pemrosesan dan bentuk
pengawetan makanan tertua (Achi, 2005).
2. Fermentasi
merupakan cara untuk memproduksi berbagai produk yang menggunakan biakan
mikroba melalui aktivitas metabolisme baik secara aerob maupun anaerob
(Marliyati, 1992).
3.
Fermentasi juga merupakan suatu
cara yang efektif dengan biaya rendah untuk mengawetkan, menjaga kualitas dan
keamanan makanan (Parveen dan Hafiz, 2003).
2.2 TAUCO
Tauco adalah produk kedelai berbentuk pasta yang
berwarna kekuningkuningan, rasanya
agak asin, dibuat dengan cara fermentasi. Tauco
berfungsi sebagai penyedap masakan karena bau dan rasanya yang
khas, tauco juga tidak digunakan secara
langsung, tetapi sebagai bumbu (condiment) ataupun sebagai penyedap rasa
(flavoring agent). Tauco dapat disimpan lama karena kadar garamnya cukup tinggi
(diatas 15%), meskipun
kandungan protein tauco cukup tinggi, tauco tidak dapat digunakan sebagai
sumber protein dalam makanan karena biasanya hanya dimakan dalam jumlah kecil.
Selama proses fermentasi tauco kapang mikroba yang
berperan adalah kapang dari jenis Aspergillus I yaitu Aspergillus oryzae atau dari jenis Rhizopus oryzae
dan Rhizopus oligosporus (Parveen dan Hafiz, 2003).
2.3 TAHU
Tahu
merupakan hasil koagulasi atau penggumpalan dan pengendapan protein susu
kedele. Selain mengandung protein kedele, dalam endapan tersebut terdapat juga
lemak, karbohidrat, dan zat -zat gizi lain. Tahu dikenal masyarakat sebagai
makanan sehari-hari yang umumnya sangat digemari serta mempunyai daya cerna
yang tinggi. Keuntungan lain pada pembuatan tahu adalah berkurangnya senyawa
anti tripsin (tripsin inhibitor) yang terbuang bersama dan rusak selama
pemanasan. Disamping itu, adanya proses pemanasan juga dapat menghilangkan bau
langu kedelai.
Proses pembuatan tahu meliputi pemilihan kedele,
penimbangan, perendaman dalam air panas, penggilingan dan penambahan air panas,
perebusan, penyaringan dan pengepresan, penggumpalan, pembuangan whey,
pencetakan. Ekstraksi kedele pada pembuatan tahu, pada prinsipnya sama dengan
susu kedele. Sari kedele yang diperoleh dari ekstraksi dan penyaringan kemudian
digumpalkan dengan cara menambahkan larutan asam. Larutan asam yang biasa
digunakan adalah asam asetat atau cuka makan dan asam laktat. Sebagai zat
penggumpal secara tradisional biasanya digunakan biang, yaitu cairan yang
keluar pada waktu pengepresan dan sudah diasamkan semalam. Pada pembuatan tahu Cina, biasanya
digunakan sioko yang mengandung CaSO garam. Beberapa faktor yang
mempengaruhi rendemen protein dan mutu tahu adalah : cara penggilingan atau
ekstraksi, pemilihan bahan baku, bahan penggumpal, dan keadaan sanitasi proses
pengolahan pada umumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi secara
panas menghasilkan rendemen yang lebih banyak.
Proses penggumpalan pada pembuatan tahu merupakan
tahapan yang kritis. Tekstur tahu yang dihasilkan tergantung pada tahapan ini,
selain dari cara pengepresannya. Penggumpalan yang terlalu cepat menghasilkan
tahu yang mudah hancur. Dan sebaliknya, jika terlalu lambat maka rendeman tahu
yang sedikit dan tahu menjadi sangat lunak dan sukar dicetak. Dibutuhkan teknik
danketerampilan khusus serta takaran bahan penggumpal yang tepat untuk bisa
menghasilkan tahu yang baik.
(Sumber: Membuat Susu Kedele Dan Tahu, Gatot Supriadi, 2003)
III. TUJUAN
Adapun tujuan penulisan
laporan kunjungan industri ini yaitu :
1.
Sebagai bahan pembelajaran mata kuliah
Teknologi Fermentasi.
2.
Untuk mengetahui prosedur pembuatan Tahu
dan Tauco.
3.
Untuk mempelajari sistem Home Industri
di wilayah Cianjur.
IV.
ALAT & BAHAN
4.1. Alat dan Bahan
4.1.1. Tauco
Alat yang
digunakan dalam proses pembuatan tauco yaitu :
a.
Soy bean cutter
b.
Tampir
c.
Gayung
d.
Botol
e.
Terpal
f.
Gentong
g.
Kuali
h.
Tungku
i.
Kompor
j.
Sikat botol
k.
Segel plastik
l.
Ember
Adapun bahan yang digunakan meliputi :
a.
Kacang kedelai
b.
Air
c.
Gula
d.
Garam
4.1.2. Tahu
Alat yang digunakan dalam proses pembuatan tahu, yaitu :
a.
Kuali
b.
Tabung gas elpiji
c.
Gentong
d.
Tampir
e.
Cetakan tahu
f.
Lap nasi
g.
Penggilingan
h.
Selang air
i.
Pengaduk
j.
Tong Biang
k.
Tangok
l.
Saringan
m.
Tahang (Tempat peras)
Bahan yang digunakan :
a. Kedelai
b.
Garam Grosok
(garam kasar)
c.
Garam Meja
d.
Bawang Putih
e.
Kunyit (Untuk
produksi tahu kuning)
4.2.
Keselamatan Kerja
Proses
pembuatan tauco dan tahu ini sebenarnya harus benar-benar memperhatikan
keselamatan kerja. Dimana dalam prosesnya, baik pabrik tauco maupun tahu ini banyak
sekali berhadapan dengan proses pemanasan. Baik panas dari cahaya matahari
dalam proses penjemuran bahan dasar, terlebih panas dari api yang terjadi dalam
proses pengolahan dan pemasakan, yang dimana disana banyak barang-barang yang
mudah terbakar dan ini sudah menjadi keharusan di setiap industri untuk melengkapi
pekerjanya dengan baju dan sepatu safety dan wajib tersedia alat pemadam
kebakaran.
Namun
dari pengamatan kami, pekerja dipabrik tauco tidak memakai keselamatan kerja
apapun. Sedangkan di pabrik tahu, para pekerja hanya memakai sepatu boot saja.
V. PROSEDUR KERJA
5.1
Prosedur Pembuatan Tauco
Menurut hasil
interview pada kunjungan industri ditempat pembuatan Tauco Cap Badak di Kp.
Pamoyanan - Cianjur, prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut :

Skema
pembuatan Tauco Cap badak
1.
Penjemuran.
Penjemuran dilakukan dibawah terik matahari
selama 4-5 jam sampai kacang kedelai kering. Hal ini dilakukan agar memudahkan
dalam proses penggilingan.
2.
Penggilingan
Penggilingan dilakukan dengan cara
memasukan kacang kedelai ke dalam Soy Bean Cutter, setelah itu kedelai akan
terbelah menjadi dua bagian dan kulit kacang kedelai akan terkelupas dengan
sendirinya.
3.
Pencucian & Sortasi
Kacang kedelai dicuci menggunakan air
bersih, sekaligus dilakukan penyortiran agar kedelai yang digunakan adalah yang
bermutu.
4.
Perebusan
Kedelai yang telah dicuci dan disortir
kemudian direbus selama maksimal 7 jam diatas tungku.
5.
Penjemuran
Penjemuran setelah kedelai direbus yaitu
dengan menggunakan tampir, biasanya untuk 1 tampir dimasukan 3 gayung kacang
kedelai.
6.
Fermentasi
Kacang kedelai yang telah dijemur dimasukan
ke dalam rak dan ditumpuk. Proses tersebut dilakukan selama 3 hari 2 malam.
Biasanya untuk 80 kg kedelai yang diproduksi, akan dibagi menjadi 42 tampir.
7.
Penghancuran & Penggaraman
(Fermentasi)
Setelah 3 hari proses fermentasi, kedelai
dihancurkan untuk selanjutnya dimasukan kedalam air garam dengan perbandingan
kedelai & garam 80 kg : 20 kg. Proses ini berlangsung selama minimal 2
minggu dengan cara dijemur dibawah sinar matahari. Suhu dan cuaca pula
berpengaruh pada proses fermentasi, karena semakin lama penjemuran berlangsung,
maka semakin bagus pula kualitas tauco yang didapatkan.
8.
Pemasakan
Pemasakan dilakukan di dalam tungku besar
dengan memasukan kedelai, air, dan gula dengan perbandingan 25 kg : 20 kg : 2
ember. Gula dimasukan ketika pemasakan kedelai berbusa, dan pemasakan dilakukan
selama 5 jam dengan pengadukan.
9.
Pengemasan
Setelah tauco diangkat kemudian dituangkan
kedalam botol ketika masih panas, hal ini dilakukan agar kemasan steril dan
terbebas dari segala bentuk mikroorganisme yang dapat menyebabkan pathogen. Dan
sebaiknya tauco dibiarkan hingga dingin & tidak ditutup sampai esok hari,
agar kualitas tauco lebih bagus. Setelah dingin, botol tauco ditutup terlebih
dahulu dengan penahan uap, kemudian ditutup dan disegel dengan plastik yang
dipanaskan dengan uap air panas.
Tauco diproduksi sesuai dengan permintaan
dari pembeli, biasanya akan banyak permintaan pada bulan Ramadhan. Harga satu
botol tauco dijual dengan harga Rp. 8.000,00- untuk berat bersih 350 ml.
5.2
Prosedur Pembuatan Tahu
Berikut ini adalah
hasil pengamatan bagaimana proses pembuatan tahu di industri rumahan pembuatan
tahu mantep Pamoyanan, Cianjur.
1.
Kedelai ditampi dan disortasi untuk
dipilih biji yang besar.
2.
Kedelai dicuci, lalu direndam dalam air
bersih selama enam jam.
3.
Kedelai dicuci kembali hingga
benar-benar bersih minimal 3 kali, hal ini dilakukan agar tahu tidak cepat
masam.
4.
Kedelai dibagi-bagi dan diletakkan di
dalam tampir, yang terbuat dari bambu.
5.
Kedelai digiling sampai halus, dan bubur
kedelai mengalir ke dalam tong penampung.
6.
Bubur kedelai langsung direbus sampai
mendidih di dalam kuali berukuran besar.
7.
Bubur kedelai lalu dipindahkan dari
wajan ke bak atau tong untuk disaring dengan kain belacu atau kain mori kasar
yang telah diletakkan pada sangkar bambu. Agar semua sari dalam bubur kedelai
tersaring semua, pada kain itu diletakkan sebuah papan kayu dan seseorang naik
di atasnya dan menggoyang-goyangnya. Limbah penyaringan, yang disebut ampas
tahu, diperas lagi dengan menyiram air dingin, sampai tidak mengandung sari
lagi. Penyaringan dilakukan berkali-kali hingga bubur kedelai habis.
8.
Air saringan yang tertampung dalam tong
warna kuning atau putih dicampur dengan asam cuka agar menggumpal. Selain asam
cuka, dapat juga ditambahkan air kelapa, atau cairan whey (air sari tahu bila
tahu telah menggumpal) yang telah dieramkan, atau bubuk batu tahu (sulfat
kapur).
9.
Air asam dipisahkan dari gumpalan atau
jonjot putih dan disimpan, sebab masih dapat digunakan lagi. Gumpalan atau
jonjot tahu yang mulai mengendap dituangkan dalam kotak berukuran misalnya 50 x
60 cm2 dan dialasi kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa selama satu menit,
sehingga air yang masih tercampur dalam adonan tahu itu terperas habis. Adonan
tahu berbentuk kotak yang sudah padat dipotong-potong, misalnya dengan ukuran 6
x 4 cm2. Tahu pun siap dijual.
VI.
PEMBAHASAN
6.1.
Manfaat dan Kandungan Gizi Tauco
Tauco
adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tauco mengandung energi sebesar 166 kilokalori,
protein 10,4 gram, karbohidrat 24,1 gram, lemak 4,9 gram, kalsium 55 miligram,
fosfor 365 miligram, dan zat besi 1 miligram.
Selain itu di dalam Tauco juga terkandung vitamin A sebanyak 23 IU,
vitamin B1 0,05 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan
penelitian terhadap 100 gram Tauco, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak
100 %.
Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi
Pada Tauco :
Nama Bahan Makanan : Tauco
Nama Lain / Alternatif : Taoco
Banyaknya Tauco yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Tauco yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food
Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Tauco = 166 kkal
Jumlah Kandungan Protein Tauco = 10,4 gr
Jumlah Kandungan Lemak Tauco = 4,9 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Tauco = 24,1 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Tauco = 55 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Tauco = 365 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Tauco = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Tauco = 23 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Tauco = 0,05 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Tauco = 0 mg
Khasiat / Manfaat Tauco : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : T
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.
6.2.
Manfaat dan Kandungan Gizi Tahu
Sebagai
hasil olahan kacang kedelai, tahu merupakan makanan andalan untuk perbaikan
gizi karena tahu mempunyai mutu protein nabati terbaik karena mempunyai
komposisi asam amino paling lengkap dan diyakini memiliki daya cerna yang
tinggi (sebesar 85% -98%). Kandungan gizi dalam tahu, memang masih kalah
dibandingkan lauk pauk hewani, seperti telur, daging dan ikan. Namun, dengan
harga yang lebih murah, masyarakat cenderung lebih memilih mengkonsumsi tahu
sebagai bahan makanan pengganti protein hewani untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Pada
tahu terdapat berbagai macam kandungan gizi, seperti protein, lemak,
karbohidrat, kalori dan mineral, fosfor, vitamin B-kompleks seperti thiamin,
riboflavin, vitamin E, vitamin B12,
kalium dan kalsium (yang bermanfaat mendukung terbentuknya kerangka tulang).
Dan paling penting, dengan kandungan sekitar 80% asam lemak tak jenuh tahu
tidak banyak mengandung kolesterol, sehingga sangat aman bagi kesehatan
jantung. Bahkan karena kandungan hidrat arang dan kalorinya yang rendah, tahu
merupakan salah satu menu diet rendah kalori.
Di balik
kelezatannya, tahu menyimpan khasiat medis tersendiri. Sebuah studi oleh tim
medis dari Kanada membuktikan bahwa tahu dapat menurunkan kolesterol jahat
dalam tubuh. Studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition
dilakukan pada 55 orang lelaki dan perempuan usia setengah baya yang mengidap
kolesterol tinggi.
Setelah
mengikuti diet sehat, partisan tersebut diikutkan pada pola makan beragam,
mulai dari kacang almond, tahu, sayuran mentah, dan jenis makanan kedelai lain.
Setelah setahun, kolesterol mereka diukur. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi
tahu mengalami penurunan kolesterol lebih besar dibanding kelompok pengonsumsi
makanan lain. Penurunan ini dapat mencapai 10-20 %. Selain menurunkan
kolesterol, tahu juga terbukti dapat mencegah kanker payudara. Mereka yang
mengonsumsi tahu 25 persen lebih banyak mengalami peningkatan pembentukan
estrogen dibanding yang tidak. Tekanan darah mereka juga lebih rendah ketimbang
kelompok yang tidak mengonsumsi tahu.
Rahasia
khasiat tahu ternyata ada pada kandungan isoflavon yang mengandung hormon
estrogen. Selain mencegah kanker payudara, isoflavon juga memperlambat proses
penuaan pada perempuan. Isoflavon bukan hanya terkandung dalam tahu melainkan
juga pada semua makanan berbahan dasar kedelai seperti tempe, susu kedelai,
kecap, dan sejenisnya.
VII.
KESIMPULAN
Menurut hasil
pengamatan yang telah dilakukan pada saat kunjungan industri, penyusun dapat
menyimpulkan bahwa :
1.
Dalam proses pembuatan tauco maupun
tahu, keselamatan kerja sangat dibutuhkan untuk mengurangi resiko kecelakaan
pada saat bekerja.
2.
Suhu sangat berpengaruh pada kualitas maupun
kuantitas produk fermentasi yang dihasilkan.
3. Proses
pemanasan dapat menghilangkan bau langu kedelai.
4.
Tahu dan tauco merupakan makanan dari
hasil fermentasi yang kaya akan kandungan gizi dan manfaat yang sangat besar
bagi tubuh.
VIII.
DAFTAR PUSTAKA
Membuat Susu Kedele Dan
Tahu, Gatot Supriadi, 2003
Asslamu'alalikum tiara, saya sekar mahasiswa universitas brawijaya malang, jawa timur.. mau tanya kalo tiara punya alamat lengkap dan nomor telpon tauco cap badak?
BalasHapusterimakasih..